Pelepah Singkong
Siapa sangka pelepah dadap dan singkong dapat dijadikan modal keuletan Heri, menggeluti profesinya yang kini meroket dalam permintaan pelanggan pangkas rambutnya di kampung Bondol, kampung dimana telah memberikan kesempatan melihat dunia pana. Menurut penuturannya selama bulan ramadhan, Heri sempat mengantongi keuntungan sebesar 4 juta. Mungkin sangat mustahil, apabila Heri tidak mempunyai modal kepercayaan dari pelanggan yang selalu bertambah, dari waktu kewaktu. Pasalnya Heri dalam mengerjakan profesinya mempangkas rambut dikerjakan oleh dirinya sendiri ini, ternyata lokasinya berada di pedesaan yang jauh dari perkotaan. Menurut pengakuan pelanggannya yang tak mengungkapkan namanya “ saya suka dengan tempatnya yang alami, tinimbang dipinggir jalan panas, udaranya berpolusi, lagi sumpek dengan asap dan debu mobil yang melintas” ungkapnya dengan tawa. Mungkin itulah yang menjadikan modal ramain pangkas rambut Heri.
Akan tetapi, Heri yang perawakannya “jangkung leutik” (jangkung tapi badannya kecil red) ini memiliki sifat ramah pada pengunjung bahkan pada siapapun yang datang ketempatnya. Sifat keramahan ini, kadang melekat pada setiap orang yang datang ketempat pangkas rambutnya. Menurut penuturan Heri “kalau lagi kumat yang datang tidak sekedar ingin pangkas rambut, tapi niatan untuk refresing, mengobati kepenatan otak, mengobati rasa boring. Kalau udah kaya gini paling saya suruh masak pisang goreng, itupun kalau ada. Ya kalau ga ada paling liliweutan” dengan nada ngakak. Kedati demikian keroyalan Heri pada para pemuda ada saja yang ngomongin and ngomentarin, tapi menurutnya walau saya royal pada mereka ikhlas saya lakukan. Tandasnya
Dengan keikhlasannya Heri menjadi lebih yakin dengan usahanya yang sedang dirintis saat ini. Heri mempunyai cita-cita mendirikan kios salon di kampung sendiri, dimana ia dilahirkan dan dimana ia dibesarkan oleh kedua orang tuanya. Dia ingin memberikan citra pada kampung halaman yang ia tinggali saat ini. Dia ingin menciptakan lapangan kerja di kampung halamannya, dia pun tak ada rasa untuk pergi meninggalkan kampung halamannya. Justru menurutnya yang paling nikmat adalah berada di kampung sendiri bersama keluarganya, berbagi kesedihan dan kesenangan disaat ada serta disaat diperlukan. Ia pun menuturkan untuk saat ini 70 persen sudah tercapi cita-citanya, tinggal mencari tanah yang tak jauh dari kampung, tepatnya yang ada di depan jalan.