Heboh Bunga Ajaib
Di penghujung Ramadhan semua masyarakat Islam sibuk menyiapkan acara untuk menyambut hari kemenangan yakni hari Raya Idul Fitri. Dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri banyak budaya yang disajikan oleh masyarakat termasuk budaya ziarah kubur atau berkunjung kesanak saudara yang sudah dikuburkan atau dikebumikan. Budaya ziarah kubur banyak dilakukan masyarakat muslim setelah menjalani ritual salat sunat Idul Fitri termasuk di kampung Cilaki.
Ritual ziarah kubur di kampung Cilaki tidak ada bedanya dengan di tempat lainya, tapi pada pelaksanaan ziarah kubur masyarakat menangkap keanehan atau hal yang ganjil ketika ada bunga tumbuh di pusara bayi. Awalnya keluarga jenazah tersebut biasa-biasa saja dengan kehadiran bunga tersebut, tapi setelah melewati beberapa hari bunga tersebut mekar dan membesar persis bunga bangkai yang tumbuh di Kebun Raya Bogor.
Bunga ini ternyata benar bunga Bangkai, setelah ada penelitian dari salah satu masyarakat yang tahu bentuk bunga Bangkai dan kabar bunga Bangkai tersiar ke seluruh kampung di kawasan kecamatan Cimarga. Dalam kabar tersebut meluas hingga bunga tersebut mendapat julukan dari masyarat bunga ajaib, mungkin kejaiban itu dikarenakan bunga tersebut tumbuh di pusara makam bayi dan bunga tersebut belum pernah ada sebelumnya ditempat tersebut.
Menurut sumber yang diungkapkan oleh seorang pemuda yang mengetahui sejarah singkat bunga tersebut. Bunga tersebut diketemukan oleh keluarga jenazah ketika ziarah kubur tepat tanggal 1 Oktober 2008 atau lebih dikenalnya 1 Syawal 1429 H dan pada 4 Oktober 2008 bunga tersebut mekar dengan indahnya hingga menarik perhatian yang lewat di tempat itu. Saking menariknya bunga itu jadi bahan tontonan masyarakat, tidak hanya masyarakat setempat bahkan luar wilayah kecamatan Cimarga juga ikut nimrung melihat bunga tersebut, bahkan kehadiran bunga tersebut dapat memberikan income bagi yang kreatif dengan situasi tersebut. Wujud kreatif tersebut terlihat dengan adanya penjualan foto bunga Bangkai yang dijual Rp. 10.000 per foto.
Dengan kehadiran bunga di pusara bayi yang tidak jauh dari jalan raya. Masyarakat menjadi terhibur dan dengan kreatifnya, agar bunga Bangkai tetap terjaga dari tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab, pusara jenazah bayi itu pun dipagar dengan tralis serta malamnya ada lampu penerang, walau di setiap malam tak ada pengunjung. Ini adalah salah satu wujud kepedulian warga mencoba menjaga kelestarian bunga Bangkai yang tumbuh di wilayah mereka. Sedikit ada kekhawatiran dengan penampilan bunga Bangkai yang unik lagi ajaib. Masyarakat menganggap bunga ajaib, padahal kejaiban itu telah Allah ciptakan agar makhluknya mensyukuri tentang keindahan ciptaanNya, bukan takjub sepenuhnya akan ciptaannya atau kata lain mendewakan ciptaannya.
Artinya Allah akan mensajikan dalam bentuk apapun, apabila Allah telah berkehendak dimanapun kehendak itu Allah sajikan seperti kata “Kun” dalam surat Yassin yang tidak ada keragu-raguan lagi, bagi makhluknya yang bertaqwa padaNya. Semoga kehadiran bunga Bangkai ini adalah rahmat untuk masyarakat Cilaki dan sekitarnya. Amin
Kabar Pengkramatan Bunga Bangkai
Dari hasil survai Alabarok ke TK bunga tersebust tumbuh, saya tidak menemukan praktik pengkeramatan. Di TK bunga Bankai tumbuh, hanya ada pemanfaatan situasi masyarakat setempat yang halal lagi terhormat diantaranya, masyarakat mencoba berkreasi menjual foto bunga Bangkai yang sudah dilaminating, ada pun pemagaran yang dilakukan oleh masyarakat. Alasan masyarakat, agar bunga tersebut terjaga dari tangan-tangan jahil, baik disegaja maupun tidak disegaja, sehingga terlihat terlindungi.
Dalam aktivitas warga yang hendak menonton keberadaan bunga Bangkai di makam tersebut, tidak memperlihatkan adanya sebuah aktivitas pengkeramatan. Seperti terlihat aktivitas ziarah berlebihan atau makam bayi tersebut diziarahi oleh pengunjung yang hendak mengunjungi tempat tersebut. Ada pun penamaan bunga ajaib, mungkin karena kekaguman pengunjung saja, akan keindahannya.
Ketika pengunjung menonton bunga tersebut, para pegunjung juga diberi penjelasan oleh Pemuda yang ada di tempat bunga bangkai tersebut, tentang bermacam-macam nama dan bentuk bunga Bangkai yang tumbuh di Indonesia. ketika Alabarok bertanya pada pemuda tersebut, pemuda tersebut menjelaskan pengetahuan akan jenis bunga tersebut berasal dari internet. Dengan bukti beberapa gambar bunga bangkai, lengkap dengan nama ilmiahnya di bawah pagar. Alabarok menyimpulkan tumbuhnya bunga Bangkai tersebut tidak lantas diberi nama bunga Bangkai, ada penelitian dulu melalui literatur internet.
Sumber berita diambil ketika pulang mudik, akan tetapi kabar tersebut sudah terdengar oleh penulis ketika pulang dari pasar Rangkasbitung, di mobil ada salah satu penumpang yang hendak mengunjungi bunga Bangkai dengan julukan bunga ajaib.