catatan perjalanan

February 25, 2008

Semoga Tahun 2008 Ini UN Pada Jujur

Filed under: Petualangan Kita

Semoga Tahun 2008 Ini UN Pada Jujur

Saefullah Cavin Al-Abarokms.

 

Untuk meningkatkan kualitas kelulusan sekaligus mencetak SDM bermutu, hendaknya dimulai dari bangku sekolah. Salah satunya berlaku jujur dalam pelaksanaan UN (Ujian Nasional). Tidak menuntup kemungkinan ini pada semua unsur  yang terlibat, mulai siswa, pengawas, pihak sekolah, Dinas Pendidikan dan pihak terkait lainya harus memerangi praktik kecurangan dalam pelaksanaan UN. Itulah kalimat yang dikutip di Fajar Banten sabtu 8 Desember 2007.

Kalimat jujur yang diungkapkan dalam media tersebut semoga terealisasi dengan baik pasalnya, pada pelaksanaan UN kemarin banyak, sekolah yang melakukan ketidak jujuran atau untuk lebih jelasnya kecurangan membocorkan soal UN. Persoalan ini sudah tidak menjadi rahasia umum lagi di masyarakat, Indonesia dan ini di ungkapkan oleh Yunan” Berdasarkan pengalaman sebelumnya celah-celah kecurangan UN bisa terjadi pada saat pengambilan soal dari Dinas Pendidikan Kabupaten kesekolah, rekayasa jumlah peserta UN setiap ruangan, dan sisa soal UN disimpan di ruangan kepala sekolah”.

“Ada jeda waktu sekitar dua jam pada saat pengambilan naskah soal dari Disdik Kabupaten ke sekolah. Waktu 2 jam itulah biasanya dimanfaatkan oknum yang kurang bertanggung jawab membocorkan soal (membuat kunci jawaban)”. Inilah ungkapan Yunan yang diungkapkan di Fajar Banten yang perlu dipikirkan kedepan setelah dampak kecurangan terus berlanjut di sekolah tersebut.

Apabila kecurang UN terus terulang, bagaimana dengan mutu kelulusan generasi sekolah tersebut. Tentunya ia lulus dengan tidak bisa apa-apa artinya, keilmuan yang ia jawab tak sempat dihapal, tak sempat diujikan secara tidak langsung kemampuannya tak akan pernak terpakai karena ilmu di sekolah tidak semuanya terpakai dimasyarakat, uji coba yang menantang di UN ini, malas untuk menghapal, malas bekerja keras karena aka dibantu oleh oknum yang menyalahgunakan  soal UN tersebut.

Adapun para orang tua wali saat ini kurang berterima dengan anaknya yang tidak lulus. Ini perlu ada kerjasama bahwa kelulusan siswa bukan ditentukan oleh guru saja. Kelulusan siswa bisa tercapai itu karena ada koordinasi dengan orang tua wali siswa, orang tua wali juga salah satu motivasi bukan menyerahkan sepenuhnya pada guru saja. Bagaimana bisa tercapai kalau anaknya dirumah tidak  dimotivasi. Yang paling disayangkan tidakan masyarakat membiarkan adanya pengerusakan gedunng, tindakan kekerasan pada guru yang terjadi pada tahun yang lalu karena oknum yang tak berterima apabila tidak lulus. Inipun perlu  dibereskan di masyarakat, bentuknya tolong pikirkan para pembaca yang budiman.

Akan tetapi tidak semua sekolah terlibat curang masih, ada yang berlaku jujur dalam proses pengerjaan UN kemarin. Harapan penulis sekolah yang telah melakukan kecurangan seharusnya di UN sekarang ini secepatnya berubah pola untuk mendapat nilai dengan jujur. Kalau ini terus dilakukan maka, niatan untuk meningkatkan mutu anak tidak akan tercapai, agar siswa-siswi kelas satu, kelas dua yang sedang mengikuti proses belajar saat ini lebih berjuang untuk meraih kelulusan yang murni. Tanpa harus membebani para guru untuk membantu siswa-siswinya lulus, padahal tak seharusnya untuk diluluskan. Mulailah  belajar pada sekolah yang masih mencoba meningkatkan hasil usahanya dengan belajar.

Kalau ini dibiarkan terus, terus terang ini akan menjadi penyakit menggerogoti para guru, dan yang tenang adalah para siswa-siswinya yang belaku seperti raja. Lama-lama gurunya dilunjak sama siswa-siswi karena anggapan siswa-siswi ngapain belajar toh pada akhirnya pasti lulus kok. Terus yang diungkapkan Yunan dalam Fajar Banten meminta masyarakat untuk ikut mensuksekan UN dengan jujur. Semoga saja sejalan dengan permintaan Yunan dan kita semua bukan hanya selogan belaka. Ingat pesan bang Napi ada niat ada kesempatan baik negatif maupun positip. Tinggal dipilih saja, tapi yang jelas Alabarok mendoakan semua peserta UN lulus dari hasil kerja keras siswa-siswinya.

Sebelumnya Alabarok mohon maaf apabila ada yang tersinggung, tapi ini semoga menjadi motivasi siswa-siswinya, para guru dan semua unsur yang terkait agar jujur serta lulus dengan hasil kerja kerasnya. Tentunya dengan persiapan yang betul-betul matang. wasalam

 

 

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://alabarokms.blogsome.com/2008/02/25/semoga-tahun-2008-ini-un-pada-jujur/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M