Demokrasi Gelisah
Demokrasi Gelisah
Saefullah Cavin Al-Abarokms
Seperti tak sempat terampungkan
Tugas-tugas yang ada
Karena para gelisah tak menunggu
Sudah menghujam, menelusuk
Dikala tak sampai terselesaikan
Habislah kesempatan untuk bermimpi
Malam kian bingung
Untuk beberapa menit kedetik jadi linglung
Saraf-saraf otak menjadi keram
Denyut berloncata menghantam pilar
Yang sedang dijernihkan.
Di situ berjuta masalah bertumpuk
Lagi-lagi para dedenyut
Berdemontrasi meminta ada penyelesaian
Memaksa saat itu
“kalau lah tidak!
Penjarahan jiwa-jiwa jernih di ruko-ruko
Menelusuri toko-toko
Mungkin selanjutnya moneter
Sang pemimpin mengumpulkan para hakim
Bersama dewan sidang
Tak sempat naik banding
Karena pamplet, sepanduk mengepung
Menangkap gerah para terdakwa
Dewan sidang memutuskan dari para saksi
Yang kena sangsi
Hakim menjatuhkan keputusan
Menilai perekonomian bersama politik
Perlu berjalan sebagaimana mestinya.
Cisitu, Januari 2008
