Kamasutra Bukan Sekedar Pornografi
Judul
Jalan Menuju Kesempurnaan
Menuju Kamasutra
Penulis
Anand Krishna
Penerbit
PT. Gramedia Purtaka Utama
Jakarta 2002-179 hal
Ketika kita mendengar, melihat bahkan membaca "Kamsutra" pasti kemungkinan anda akan memberikan kesan umum yang salah kaprah bahwa seakan-akan kamsutra adalah literatur pornografi dan hanya itu, kesan itu lebih kuat lagi adanya film atau buku "Murahan" dalam tema yang sama yang memanipulasi postur segama.
Anand Krishna membela Kamasutra yang selama ini memberikan kesan umum yang salah kaprah dengan menampilkan keutuhan sebagai jalan menuju kesempurnaan manusia; melalui seks menuju cinta, sampai pada kasih. Bahkan, anda dapat melanjutkannya sampai pada kesadaran kosmos. Seks adalah tahapan atau etape pertama yang sangat penting, oleh karena itu tak perlu dihindari atau ditolak. Penolakan terhadapnya akan menghasilkan kerugian besar, kalau bukan membuat terobsesi olehnya dan menjadi mandeg dalam petualangan kita mencari kesejatian diri.
Anand pun membahas secara rinci pada halaman enam. Di sini dijelaskan bahwa Kamasutra tidak semata-mata bicara tentang keinginan raga saja atau kepuasan fisik saja, akan tetapi kepuasan mental, emosional, intelektual dan spritual. Dalam bab pertama yaitu tentang meditasi, Vatyayan mengajak para pembaca untuk merenungkan sejenak, apakah ia hanya terdiri pada lapisan badaniah. Yang membuat dia berbeda adalah konsepnya bahwa seni segama tak hanya menghasilkan kepuasan pada fisik, tapi juga akan menghasilkan kepuasan pada lapisan-lapisan kesadaran yang lain, yakni lapisan batin, emosional, mental, intelektual, dan spritual.
Akan tetapi, sering kita menemukan seseorang berbicara dan bertanya, apa gunanya belajar tentang Kamasutra, tentang keinginan seks suci? Bukankah binatang pun sudah dapat melakukannya tanpa diajari?
Kita juga perlu mengamati tentang kehidupan orang-orang yang mengeluh akan aktivitas seksnya dan ini banyak terjadi disekitar kita, dikarnakan ia tak cukup memiliki pengetahuan tentang seks, karena mulanya dianggap tidak begitu penting, padahal seks dapat mengantar manusia pada alam cinta dan cinta dapat membebaskan kita dari segala macam rasa takut dan lain sebagainya.
Sesungguhnya jelas sekali bahwa seks itu merupakan faktor yang sangat menentukan dalam kehidupan manusia baik pria atau wanita. Tidak terpenuhinya keinginan seks dapat menghancurkan perkawinan, sebaliknya terpenuhi keinginan seks dapat menjamin kelanggengan perkawinan.
Memang hewanpun melakukan seks. Namun mereka hanya melakukannya untuk kepuasan badaniah saja. Berbeda dengan manusia. Manusia mencapai kesadaran tinggi dan tak terbatas, lewat seks.
Dalam suatu perjalanan, dalam suatu perkumpulan, dalam suatu pembicaraan atau obrolan, baik itu berupa nasehat atau petuah. Kita pernah menemukan pendapat bahwa seks itu harus dihindari, bukankah para petapa menghindarinya? Menurut mereka, manusia yang terjerumus dalam nafsu birahi, akhirnya mengalami kehancuran jiwa, bukankah demikian?
Akan tetapi tidak demikian, menurut kebutuhan pokok manusia, sama seperti makanan dan minuman. Yang perlu dihindari adalah ekstrimitas, jangan berlebihan sebagaimana kita juga menghindari makan dan minum berlebihan, untuk menjaga kesehatan. Itulah gambaran seks dalam Kamasutra yang dipaparkan Anand Krishna. (Saefullah Al-Abraok Ms)
