catatan perjalanan

November 30, 2006

Kamasutra Bukan Sekedar Pornografi

Filed under: Resensi

Judul
Jalan Menuju Kesempurnaan
Menuju Kamasutra 

Penulis
Anand Krishna 

Penerbit
PT. Gramedia Purtaka Utama
Jakarta 2002-179 hal 

Ketika kita mendengar, melihat bahkan membaca "Kamsutra" pasti kemungkinan anda akan memberikan kesan umum yang salah kaprah bahwa  seakan-akan kamsutra adalah literatur pornografi dan hanya itu, kesan itu lebih kuat lagi adanya film atau buku "Murahan" dalam tema yang sama yang memanipulasi postur segama.

Anand Krishna membela Kamasutra yang selama ini memberikan kesan umum yang salah kaprah dengan menampilkan keutuhan sebagai jalan menuju kesempurnaan manusia; melalui seks menuju cinta, sampai pada kasih. Bahkan, anda dapat melanjutkannya sampai pada kesadaran kosmos. Seks adalah tahapan atau etape pertama yang sangat penting, oleh karena itu tak perlu dihindari atau ditolak. Penolakan terhadapnya akan menghasilkan kerugian besar, kalau bukan membuat terobsesi olehnya dan menjadi mandeg dalam petualangan kita mencari kesejatian diri.

Anand pun membahas secara rinci pada halaman enam. Di sini dijelaskan bahwa Kamasutra tidak semata-mata bicara tentang keinginan raga saja atau kepuasan fisik saja, akan tetapi kepuasan mental, emosional, intelektual dan spritual. Dalam bab pertama yaitu tentang meditasi, Vatyayan mengajak para pembaca untuk merenungkan sejenak, apakah ia hanya terdiri pada lapisan badaniah. Yang membuat dia berbeda adalah konsepnya bahwa seni segama tak hanya menghasilkan kepuasan pada fisik, tapi juga akan menghasilkan kepuasan pada lapisan-lapisan kesadaran yang lain, yakni lapisan batin, emosional, mental, intelektual, dan spritual.

 Akan tetapi, sering kita menemukan seseorang berbicara dan bertanya, apa gunanya belajar tentang Kamasutra, tentang keinginan seks suci? Bukankah binatang pun sudah dapat melakukannya tanpa diajari?

Kita juga perlu mengamati tentang kehidupan orang-orang yang mengeluh akan aktivitas seksnya dan ini banyak terjadi disekitar kita, dikarnakan ia tak cukup memiliki pengetahuan tentang seks, karena mulanya dianggap tidak begitu penting, padahal seks dapat mengantar manusia pada alam cinta dan cinta dapat membebaskan kita dari segala macam rasa takut dan lain sebagainya.

Sesungguhnya jelas sekali bahwa seks itu merupakan faktor yang sangat menentukan dalam kehidupan manusia baik pria atau wanita. Tidak terpenuhinya keinginan seks dapat menghancurkan perkawinan, sebaliknya terpenuhi keinginan seks dapat menjamin kelanggengan perkawinan.

Memang hewanpun melakukan seks. Namun mereka hanya melakukannya untuk kepuasan badaniah saja. Berbeda dengan manusia. Manusia mencapai kesadaran tinggi dan tak terbatas, lewat seks.

Dalam suatu perjalanan, dalam suatu perkumpulan, dalam suatu pembicaraan atau obrolan, baik itu berupa nasehat atau petuah. Kita pernah menemukan pendapat bahwa seks itu harus dihindari, bukankah para petapa menghindarinya? Menurut mereka, manusia yang terjerumus dalam nafsu birahi, akhirnya mengalami kehancuran jiwa, bukankah demikian?

Akan tetapi tidak demikian, menurut kebutuhan pokok manusia, sama seperti makanan dan minuman. Yang perlu dihindari adalah ekstrimitas, jangan berlebihan  sebagaimana kita juga menghindari makan dan minum berlebihan, untuk menjaga kesehatan. Itulah gambaran seks dalam Kamasutra yang dipaparkan Anand Krishna. (Saefullah Al-Abraok Ms)

 

 

November 29, 2006

Retina

Filed under: Puisi

Ketika ranting menjalar
disemai rincik kabut melintang
sedang gemuruh semerbak malam
berjalan mengikuti riuh angin
aku menatap jauh,
sedang saga merambat diujung tralis
dan liuk jamur melekat mengikuti batang
aku terseret jauh
disambar baris katulistiwa, membentuk
dibalik bisunya retina.

                    Pakupatan, 2003
 

Pagi

Filed under: Puisi

Ketika kelinci bertaburan mengusung waktu
Mawar mengikuti
menusuk lentik retina
aku berjalan meluik mentari tertawa semua
menusuk lembah
darah mengalir, kapak mengepras
tumbang
menyapu lautan kicau belantara
terbius di cakrawala menuju-Mu
aku tak merapat kayu

                    Untirta, 2003
 

Ketika Bersarang

Filed under: Puisi

Ketika embun salju bersarang, cair

menjelma dendam, mengendap bara

gelisah

menjelma dewi serta gemuruh jalan

kian menghitung lolongan dewa

lalu sabda nabu mengusung nur-Mu

menusukmu

kian hari sebatang lengang

singkat disapu malam

Isyarat-Mu melaju ditentu cakrawala

                             Pakupatan,2003
 

November 27, 2006

Luka

Filed under: Puisi

Kau ku kubur dalam belukar
Bangkit, dicabik musang
tulang belulang bersama tanah
jadi daging
malam tergores siang tertegun
Misteri
kian terjaga dalam dengkur.
                       Ciomas, 2003
 

 

Mengungkap Malam

Filed under: Puisi

Siapa malam
Ngantuk disebrang jalan, sebatang lengang
lengkung Patra dijomantara, asaman.

Siapa malam
sorak di pos ronda
telusuri cerita dibalik punggung, gelantung
dulu dimangsa, malam binasa
kampung dicekam winara

                                Sudamanik,2003
 

 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M