March 20, 2011

Worksop Bloger STKIP HIMA Sejarah

Petualangan kali ini alabarokms, mengikuti worksop blog di STKIP SETIA BUDHI Rangkasbitung tepatnya hari Minggu, 20 Maret 2011, mungkin petualangan kali ini alabarokms jadikan sebagai liburan bersama mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung dan mencoba menimba ilmu tentang bolger yang menurut pak Anis selaku instruktur worksop bloger. Bahwa bloger dapat dijadikan Media Aktulisasi Diri, Personal Branding, Markas Besar Dunia Maya, Media Informasi, Mendapatkan Relasi Baru, Mendapatkan penghasilan, dan masih banyak lagi manfaat bloger.
Dari manfaat yang tadi diungkapkan pak Anis, ada beberapa pengalaman efek bloger bagi si pembuat bloger diantaranya temanya yang tak mampu mempublikasikan usaha riasnya karena tak mampu berbicara atau piaway dalam bicara. temannya menyarankan usaha rias pengantinnya untuk dipublikasikan di blognya, alhamdulillah ada peminat dari pengunjung yang mengunjungi blognya sampai sekarang. dan banyak kata pak Anis termasuk saya dapat dikenal oleh banyak orang relasi melalui bloger.
alabarok merasa mendapat banyak pengalaman mengenai bloger yang tidak hanya kebutuhan curhat  yang selama ini alabarokms lakukan atau sekegar menungkan karya.

Worksop Bloger STKIP HIMA Sejarah

Petualangan kali ini alabarokms, mengikuti worksop blog di STKIP SETIA BUDHI Rangkasbitung tepatnya hari Minggu, 20 Maret 2011, mungkin petualangan kali ini alabarokms jadikan sebagai liburan bersama mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung dan mencoba menimba ilmu tentang bolger yang menurut pak Anis selaku instruktur worksop bloger. Bahwa bloger dapat dijadikan Media Aktulisasi Diri, Personal Branding, Markas Besar Dunia Maya, Media Informasi, Mendapatkan Relasi Baru, Mendapatkan penghasilan, dan masih banyak lagi manfaat bloger.
Dari manfaat yang tadi diungkapkan pak Anis, ada beberapa pengalaman efek bloger bagi si pembuat bloger diantaranya temanya yang tak mampu mempublikasikan usaha riasnya karena tak mampu berbicara atau piaway dalam bicara. temannya menyarankan usaha rias pengantinnya untuk dipublikasikan di blognya, alhamdulillah ada peminat dari pengunjung yang mengunjungi blognya sampai sekarang. dan banyak kata pak Anis termasuk saya dapat dikenal oleh banyak orang relasi melalui bloger.
alabarok merasa mendapat banyak pengalaman mengenai bloger yang tidak hanya kebutuhan curhat  yang selama ini alabarokms lakukan atau sekegar menungkan karya.

October 24, 2010

Tirai

tirai

 
kemana lagi kucari,
pengganti mawar nan layu,
adakah ini bisa berhenti,
aku benci! aku pasti!
getaran batin ini tak kuasa kulupakan,
tirai ini harus segera kututp.
 
Malingping, 2010

Kanvas

 
terdengar sayup kerinduan,
terpatri masa lampau,
gundah membuai mimpi,

dikanvas ini pernag terlukis yang kini mulai pudar dimakan senja,
kuas mulai menari-nar di mencari keberadaan nan pasti,
kuarungi lautan tinta menggapai asa,
aura adinda kian hari kian sirna,
aku mulai mengembara di rimba kata-kata.
melepaskan penat nan kelabu,
aku masuk jurang maya dan berusaha bangkit walau tertatih-tatih,
pagi pasti kembali.

 
Malingping 2009

Senandung Duka

senandung duka

Karya Fadri Irman,  S.Pd.

 

Murai menari di atas bumi pertiwi

Senandung duka telah berkumadang

Isak tangis jadi irama penyesalan

Bendera kuning menghiasi beranda rumah

Mayat menjadi pupuk-pupuk kamboja

 

Darah menyirami tanah merekah

Jerit  memekik kerelung-relung sanubari

Emosi membakar sang pendendam

Provokasi pun terjadi

 

Problematika hidup menghiasi bumi pertiwi

Sila-sila yang  dirumuskan telah sirna

Fanatisme, sukuisme, etnissentris, primodialisme adalah sari keterpurukan

Yang tak pernah memahami  pluralisme

 

Dimanakah nuranimu?

Ketika sanak saudara menjadi korban atas kebodohan yang telah diperbuat!

Bodoh kalau kau memperkeruh suasana dengan cara balas dendam

Tolol jika kau memprovokasi.

 

Lupakah kau akan sejarah masa lalu

Ketika   moyangmu mempersatukan negeri ini

Nyawa jadi taruhan demi ibu pertiwi tersenyum.

 

Apakah burung garuda hanya menjadi pajangan yang dipaksakan

Ah!

Pluralisme   telah pudar

Nasionalismpun  talah dimakan senja!

 

Malingping, 30 September 2010

Senandung Kerinduan

karya. Fadri Irman

 

Senandung duka melantunkan kengiiluan

Emosi mengaga tapi tak biasa

Lolongan penguasa menjadi lantunan kepedihan

Janji fiktif melukiskan imaji

Aku pun diperkosa harapan

 

Malingping, …Oktober 2010

October 2, 2010

Genggam ku!

Saefullah Al-Abarokms

 

genggampu siang ini

memacu pemikiran yang kikir

pemimpin kita.

yang selalu mencari alasan dalam pembelaan

mengharap muya dari dasar pemilik hidup

genggamku malam ini

meremas ratusan puisi 

yang telah disimak tobak yang terbelalak

pada letup lucu

para cendekia yang kian bernapsu

membius lentik retina tak menutup kelopak

                   Sudamanik, 2 Oktober 2010

Informasi Teater Gates


GEMA TEATER SETIA BUDHI RANGKASBITUNG (GATES)

 

Salam Budaya….

 

Setelah  melakukan sebuah perjalanan panjang, dan akhirnya melahirkan sebuah  kesadaran akan pementasan-pementasan yang pernah di gelar baik di dalam maupun di luar kota Rangkasbitung.

Untuk angkatan ke VI kali ini Teater Gates membuka kesempatan kepada Siswa/i, Mahasiswa/i maupun umum untuk bergabung dan lebih mendalami seni pertunjukan khususnya seni teater. Bagi rekan-rekan yang berminat untuk bergabung segera daftarkan diri anda pada Sekretariat Teater Gates yang bertenpat di STKIP SETIA BUDHI Rangkasbitung , atau hubungi nomor di bawah ini :

 

·        Rusdi Pujangga Lebak                      : 08176316627

·        Dian Putra Taruma                           : 087772031926

·        Lilis Palaganada                              : 0813987113229

·        Dede Abdoel Mazied                        : 08561245673

 

 

Pendaftaran Paling Lambat Sampai Tanggal 30 Oktober 2010

 

 

PENDAFTARAN DAN LATIHAN TIDAK DI PUNGUT BIAYA

Sumpah Burung

Naskah Teater 

Karya : Rusdi dan Saefullah

 

ADEGAN I

 

Sekelompok rakyat muncul bersama petinggi kerajaan mengawal raja menuju tengah pentas kemudia langsung berbicara

 

Raja               : Sepertinya sudah saatnya Aku mengakhiri kejayaan kerajaan ini karena kelak akan datang tujuh kesatria yang akan menggantikan tahta kejayaan kerajaan ini. Tolong penasihatku sebutkan !

 

Penasihat 1 : Baik paduka. Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro. Seorang pengganti tahta kerajaan dan yang pertama mempersatukan Nusantara serta membebaskan belenggu rakyatnya dari para penjajah serta tersohor ke jagat raya. Satrio tersebut ditafsirkan bernama Soekarno.

 

Penasihat 2  : Selanjutnya paduka akan ada yang gantikan, kesatria tersebut bernama Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesempar seorang penerus Nusantara yang berharta dunia, berwibawa, namun akan mengalami satu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan selalu dikaitkan dengan kesalahan keburukan. satrio tersebut ditafsirkan bernama Soeharto yang berkuasa tahun 1967-1998.

 

Raja               : Dan kemudian rakyatku, akan datang kesatrio selanjutnya Yang bernama Satrio Jinuput Sumela Atur. Seorang penerus Penguasa Nusantara yang diangkat terpungut, tetapi akan mengalami masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja. tokoh yang dimaksud ditafsirkan BJ. Habibie.

 

Penasihat 1 : Selajutnya akan datang ksatrio Lelono Tapa Ngerame.  seorang penerus pengusa Nusantara yang suka mengembara keliling dunia, dikenal oleh dunia, dia juga seorang seorang Rohaniawan. pengusa tersebut ditafsirkan bernama Abdurrahman Wahid.

 

Penasihat 2 : Selanjutnya rakyatku akan datang pengusa Kesatrio Piningit Hamong Tuwuh. Seorang penerus penguasa Nusantara yang muncul membawa karisma keturunan dari moyangnya. tokoh tersebut ditafsirkan Megawati Soekarnoputri.

 

Raja               : Selanjutnya akan datang pengusa Kesatrio Boyong Pambukaning Gapuro. Seorang penerus pengusa Nusantara yang berpindah tempat dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya jaman keemasan. ditafsirkan kesatrio tersebut bernama Susilo Bambang Yudhoyono.

 

Penasihat 1 : Selanjutnya akan datang penerus penguasa Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu yang amat sangat relegius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang resi begawan. akan bertindak atas dasar hukum petunjuk Sanghiang Widi. dengan selalu bersandar kepadanya, satrio ini sulit ditafsirkan.

 

Raja : Ketahulilah rakyatku, kelak kalian akan menemukan sebuah zaman dimana manusia saling membunuh antar sesamanya, semoga kalian bukan orang – orang yang termasuk di dalamnya atau bukan orang yang akan melahirkan keturunan yang gemar menebar kekerasan di muka bumi ini. Berhati-hatilah kalian melewatinya.

 

ADEGAN II

 

Raja beserta rombongannya keluar dari pentas kemudian Sekelompok orang muncul dan saling membunuh, suasana keos untuk beberapa saat. Yang mati terbunuh di bawa keluar oleh yang selamat. Kemudian suasana menjadi hening.

 

ADEGAN III

 

Seorang ibu bersama anaknya masuk dengan raut wajah gelisah dan langsung bicara :

 

Anak              : Sejak dari tadi saya perhatikan, wajah ibu termurung terus, gelisah seperti ada hal yang menggores hati. Kenapa bu…ada apa gerangan ?

 

Ibu                  : Ibu bungung nak, hati ibu kini di penuhi kebimbangan, takut, dan shok menyaksikan keadaan di Negara kita ini. Kekerasan terus menerus terkapar, menjadikannya tontonan di TV, dan media persis Fornografi yang di nikmati diam-diam.

 

Anak              : Ya…..beginilah adanya bu. Saya yakin kejadian tersebut kelak akan usai. Indonesia akan menemukan kemakmuran, kesejahteraan, bahkan keadilan. Sebab manusia tidak akan selamanya nyaman dengan keadaan seperti ini. Semuanya perlu proses bu…..

 

Ibu                  : Apa maksudmu proses ?!!! proses yang panjang hingga jatuh banyak korban. Sampai kapan kita menunggu proses itu selesai ? sampai manusia punah dari muka bumi ? pembantaian dimana-mana, membunuh sudah menjadi seperti kebiasaan, ratusan kepala manusia di gantung di depan rumah bak lampu hiasan saja. Dimana nilai-nilai Pancasila yang selama ini kita anut ? dan Bhineka Tunggal Ika yang sudah tak lagi menjadi acuan untuk hidup bergandengan menyongsong masa depan.

 

Anak              : aku pun sudah lelah bu dengan keadaan seperti ini. Negara kita memiliki hukum, dan kalau ada yang melakukan pelanggaran tentu akan di proses sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia bukan dengan hukum adat yang kini seolah-olah menggantikan posisi hukum di negara kita.

 

Ibu                  : Kamu masih muda nak, jiwa kamu masih liar, jangan sampai kamu terkontaminasi menjadi orang yang gemar melanggar sumpah, sumpah untuk bersatu yang kini hanya menjadi pernak-pernik negara kita saja.

 

Anak              : Ya…bu saya paham. Lantas apa yang sekarang bisa anakmu lakukan ini bu ? meskipun tak banyak tapi mudah-mudahan bisa bermanfaat.

 

Ibu                  : Tidak ada yang perlu kamu lakukan, biarlah ibu saja yang menanganinya cukuplah kamu jaga nilai-nilai Pancasila dan menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika dengan tidak melakukan hal-hal yang tidak beradab.

 

Anak              : Ya…bu, lalu ?

 

Ibu                  : Ibu akan pergi nak, ke tempat dumana orang menjunjung tinggi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika karena ibu ingin memahami betul apa arti kedua nya.

 

Anak              : Berarti ibu akan pergi meninggalkan saya ?

 

IBU                  : Bersabar lah nak, jaga dirimu baik-baik. Sebelum seluruh rambutmu memutih ibu akan kembali untuk kemudian ibu akan berkunjung ke tempat dimana orang-orang meng injak-injak Pancasila dan menyadarkannya.

 

ADEGAN IV

 

Seseorang Rakyat terduduk di atas level sembari menikmati secangkir kopi hangat, hingga kemudian muncul lah seseorang rakyat lain dengan wajah yang gelisah seperti tengah mencari sesuatu.

 

Rakyat 1        : Hei….hei…Bung…ya bung yang disana

 

Rakyat 2        : Aku ?

 

Rakyat 1        : Ya…siapa lagi kalau bukan kau, kemari.

 

Rakyat 2        : Ya

 

Rakyat 1        : Aku perhatikan nampaknya kau seperti tengah mencari sesuatu, apa gerangan yang kau cari itu ?

 

Rakyat 2        : Bukan sesuatu yang berharga bagimu

 

Rakyat 1        : Ya…lalu apa, katakan lah kalau memang itu bukan sesuatu yang berharga bagiku tapi pasti berharga bagimu, mungkin aku bisa bantu ?

 

Rakyat 2        : Aku tengah mencari keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan.

 

Rakyat 1        : aku tak mengerti !

 

Rakyat 2        : aku tengah mencari dimana keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan berada, telah ku cari pada tubuh orang-orang yang aku jumpai namun, tak satupun dari mereka menyimpannya di dalam hati. Mereka malah gemar membuat kerusakan, dan keserakahan. Hukumpun kini sudah tidak lagi menciptakan kedamaian di muka bumi.

 

Rakyat 1        : Apa maksud kau ?? lalu bagaimana dengan tubuhku, apakah kau sudah memeriksanya ?

 

Rakyat 2        : Ah…sudahlah, aku sudah lelah terkurung dalam pencarian. Di jalan banyak orang di bunuh, dan hak nya di rampas secara paksa. Aku bingung apakah ini makna dari Pancasila yang selama ini menjadi dasar Falsafah negara kita ? apakah ini cerminan bangsa yang mengakui adanya ketuhanan yang maha esa ?

 

Rakyat 1        : Bukan bung !!! itu bukan makna atau cerminan dari bangsa kita yang menganut lima sila dalam Pancasila. Pancasila itu berkaitan dengan pelaksanaan dan penyelenggaraan negara bahkan moral negara, politik negara, hukum negara, dan hak asai warga negara harus di juwai dengan nilai-nilai ketuhanan yang maha esa. Termasuk perilaku kita dalam menyelesaikan suatu konflik atau masalah.

 

Rakyat 2        : Apa hukum negara, dan hak asai ?? he..he…haha aku seperti mendengar sebuah lelucon. Faktanya orang-orang itu melakukan tindak kekerasan bagai memetik buah di atas pohon saja, korupsi meraja rela, tikam kanan tikam kiri tak perduli teman ataupun isteri asal bisa puas mereka lakukan. Lalu bagaimana dengan kemanusiaan yang adil dan beradab ?

 

Rakyat 1        : di dalam sila yang kedua ini terkandung nilai-nilai bahwa negara harus menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai mhluk yang beradab terutama hak kodrat manusia

 

Rakyat 2        : Apa lagi ini…manusia sebagai mahluk yang beradab tapi kelakuannya bahkan lebih dari binatang buas…ya….meskipun tidak semuanya seperti itu. Coba kau renungkan selama berabad-abad warga tak di didik belajar mengormati hidup, tapi malah sebaliknya terus-menerus dipaksa belajar berlutut di hadapan kekerasan untuk kemudian ikut memproduksi kekerasan dan mereproduksi kekerasan. Inikah maksudmu yang dinamakan dengan kemanusiaan yang adil dan beradab ? jika begitu hancurlah persatuan di negara kita ini.

 

Rakyat 1         : (Terdiam tak dapat menjawab)

 

Rakyat 2        : Di Sampit, ratusan kepala manusia di gantung seperti buah segar saja, mulai dari yang muda sampai yang tua di bantai habis. Itu bukanlah cerminan manusia yang beradab. Sungguh kejam, keji !!

 

Rakya 1         : ya…sayapun menyadari itu. Jika manusia terus memproduksi kekerasan maka persatuanpun secara bertahap akan hancur pula. Sila ke tiga dalam pancasila akan tercoreng dimana rakyat sudah tidak lagi mempedulikan apa arti Bhineka Tunggal Ika yang dulu dapat di raih dengan di satukannya bangsa-bangsa menjadi satu yaitu bangsa indonesia. Dan perjuanganpun di yakini sebagai benang merahperjuangan bapak bangsa Soekarno, pemimpin yang mendominasi panggung polotik.

 

Rakyat 2        : Ya…ya….lalu bagaimana dengan sila yang ke empat

 

Rakyat 1        : sebenarnya kita tengah di hadapkan pada keprihatinan dimana demokrasi yang mewujud dalam pilkada menghadirkan pemimpin yang terjerat kasus korupsi atau pimpinan yang menjadi aktor penghambat kebebasan konstitusional, termasuk di antaranya kebebasan beragama. Artinya sila ke empat kini telah tidak di pegang teguh lagi. Rakyat sudah tidak lagi di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

 

Rakyat 2        : itu tak seberapa bung !! adalagi yang paling sering di tabrak dan seolah-olah hal itu tidak ada, yaitu ”keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia” orang gemar membicarakan keadilan tetapi tak tau apa sebenarnya makna dari semua itu. Negara kita di penuhi oleh ke tidak adilan bukan demokratis sebagai mana kita ketahui. Sudah saat nya kita maju untuk membenahi semua itu.

 

Tiba-tiba muncullah seorang Ibu dan ikut berbicara

 

 

Ibu      : Betul !! sudah saat nya kita semua merubah paradigma yang terbalik ini. Akan aku kabarkan pada semua anak-anak bangsa yang punya mata tapi buta, yang punya lidah tapi tiada bersuara, yang punya telinga tapi tersumbat dua-dua nya. Bahwa Pancasila adalah dasar negara republik Indonesia yang harus kita junjung tinggi, dan taatti. Tak perlulah kita berang, terpecah, lalu kemudian saling menjatuhkan, bahkan membunuh. Mari…Mari…kita semua maju untuk merubah keterbalikan keadaan ini.

 

Anak : Ya, saya setuju !! mulai dari sekarang mari kita tanamkan nilai – nilai positif pada diri kita dan anak-anak selaku generasi penerus bangsa agar kelak ia dapat memproduksi kebaikan bukan keburukan yang selama ini telah menjadi candu bagi kita.

 

Rakyat pun bersorak lalu kemudian terdengar teriakan minta tolong dan jerit kesakitan lalu masuklah segerombolan orang yang saling membunuh secara terang-terangan di depan orang banyak.

 

ADEGAN V

 

Sekelompok orang muncul dan saling membunuh, kemudian Ibu, Anak, dan Rakyat mencoba untuk melerai perkelahian yang tidak seimbang itu.

 

Ibu, Anak, Rakyat   : Hentikan….hentikan !!

 

Ibu      : Apa yang kalian lakukan ? orang yang sudah tidak berdaya masih saja kalian incar, dimana nurani kalian ? Nak, Dik cepat panggil ambulan kemari, orang ini harus segera di bawa ke rumah sakit.

 

Rakyat 1 dan Anak             : Baik bu

 

 

Pembunuh 1            : Kalau kalian berani membawanya pergi akan aku kuliti kalian semua

 

Rakyat 2                    : Kalau memang kau mampu, lakukanlah !! kami tidak akan tinggal diam, aku akan pastikan orang seperti kau lenyap dari bumi ini, akan ku jadikan kau sebagai contoh bagi teman-teman mu yang gemar malakukan tindak kekerasan.

 

Ibu                              : mengapa kalian gemar sekali membunuh ? tidak bisakah di selesaikan secara damai ? bukan dengan cara seperti ini !! bukan kebanggaan yang ku rasa setelah menyaksikan banyak kejadian seperti ini, tapi rasa muak dan sesal yang teramat dalam. Mengapa kalian gemar sekali memburu kepala manusia, mengapa ?

 

Rakyat 2                    : Kaum minoritas yang kalian bantai tidak semuanya bersalah, kalaupun mereka bersalah jangan kalian selesaikan dengan cara seperti ini. Coba kalian bayangkan bila ini menimpa sanak saudara kalian ? meskipun bagi kalian mati berkelahi adalah sebuah kehormatan.

 

Ibu                              : Dan kehormatan tidak di dapat dengan darah dan air mata, tidak dengan bantai – membantai, sembelih – menyembelih. Ini adalah negara hukum, kalian harus patuhi itu.

 

Ibu menangis tersedu-sedu, kemudian secara diam-diam anak dan rakyat satu muncul di belakang mereka dan langsung menikam para pembunuh itu.

 

Anak                          : Tuhanpun tak dapat mengampuni, lebih baik kau mati !!!

 

Ibu dan Rakyat 2    : Tidak !!!

 

Ibu                              : Jangan kau lakukan itu !! janga…..

 

Rakyat 2                    : Mengapa kau bunuh ? kalian tak ada bedanya dengan mereka !!

 

Rakyat 1                    : Diam kau !! lebih baik ku bunuh beberapa sebagai contoh pada yang lain bahwa nyawa dan hak asasi itu tidak ternilai harganya. Aku muak dengan semua ini aku muak. Kapan Indonesiaku akan tersohor bukan katna keburukannya ? aku lelah mempertahankan ini, aku lelah. (Sembari menangis)

 

Anak                          : Maafkan aku bu (sembari menangis)

 

Ibu pun menghampiri Anak dan Rakyat 1, kemudian memeluknya dengan erat sembari menangis lalu mereka mamanjatkan do’a.

 

 

Ibu :

 

Ya……Allah tuhan pemilik semesta alam

Letihku benar-benar letih yang mengerak di hati

Hatiku hati yang terluka, berlumuran darah tak dapat di tahan

Hari ini…di atas bumi yang kau ciptakan dan kau peruntuhkan sebagai tempat berlomba mencari kebaikan aku pasrahkan semuanya padamu

Kini tlah tiada daya dan upaya, namun bukan berarti aku berputus asa

Perlahan prilaku manusia sudah mulai kembali seperti zaman zahiliyah

Orang-orang saling membunuh tanpa rasa kecewa, berzinah di pasar, judi serta korupsi tak dapat terelakan lagi bagai jutaan air hujan yang membasahi bumi ini. Para jendral di bunuh dengan biadab hanya demi kekuasaan dan dendam semata.

 

Untuk Indonesia ku, semoga engkau mau menuntun kami untuk kembali ke jalan yang benar, semoga kelak akan ada pemimpin yang mampu membawa perubahan besar ke arah yang lebih positif.

 

Ya Allah jadikan lah kelima sila dalam pancasila sebagai amanat yang harus di laksanakan, jadikanlah pemimpin-pemimpin kami pemimpin yang bijak, dan kepada mereka yang telah wafat terimalah mereka di sisimu ya Allah. Amin.

 

 

Perlahat lampu pun meredup sembari di iringi lagu Gugur Bunga. Pementasan selesai.

 

 

 

 

 

 

 

SEKIAN

 

September 4, 2010

Riwatmu Muh. Wan Anwar

Saefullah Cavin Al-Abarokms

 

Pagi itu kita kehilangan sosok sastrawan yang kita kagumi, bukan saja di aktif dalam karyanya di media masa. Tetapi  semangat juangnya dalam memberikan pengalaman bersastra, sebagaimana penulis ketahui perjalanan beliau dalam memperjuangan sastra di tempat beluai menimba ilmu mendirikan komunitas sastra bernama Asas, ketika beliau menjadi dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten di Fakultas Keguaruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Beliau tidak gila hormat berbaur, bergaul seperti layaknya mahasiswa memberikan semangat pada mahasiswa dengan agar berkaraya.

Beliau juga di Untirta tidak sekedar menjadi dosen saja, tetapi menjabat sebagai Ketua Jurusan Bahasa dan Seni. Dalam kesibukan beliau, beliau masih menyempatkan diri bergabung dengan mahasiswa seperti saja dengan Masyarakat Seni Kafe Ide, Belistra, Kubah Budaya serta beberapa kuminitas di Banten. Namun kini belaiu tinggal kenangan saja semoga jasa dan karyamu menjadikan modal diterima di sisi Allah SWT.

Kita terus terang merasa kehilangan sosok seorang bapak yang menjadikan cuhat kami pada dunia perkembahan sastra khusus di Banten, dimana beliau tinggal.